|
Seiring visi menjadikan Universitas Diponegoro sebagai research university, pun berbagai macam fasilitas pendukung bermunculan satu per satu. Diantaranya UPT Perpustakaan Undip yang berlokasi di Jalan Prof. H. Soedharto, Tembalang, tepatnya di gedung Widya Puraya bagian belakang. Bagi mahasisiwa atas (kampus Tembalang – red), mungkin sudah banyak yang mengetahui keberadaan perpustakaan tersebut. Akan tetapi berbeda dengan mahasiswa bawah (kampus Pleburan) yang bahkan sama sekali tidak mengetahui adanya perpustakaan super ini. Mengapa super? Untuk ukuran sebuah perpustakaan, layout dan fasilitas yang disediakan tergolong mewah. Benar saja, dengan menggandeng PT. HM. Sampoerna, dan dalam tempo pembangunan tiga minggu, jadilah Sampoerna Corner Diponegoro University Central Library ini.
Tak hanya sebatas kebutuhan ‘fisik’ saja, perpustakaan ini juga dilengkapi dengan 10 komputer yang dapat digunakan untuk mengakses internet secara gratis. Hanya dengan menunjukkan kartu mahasiswa, semua fasilitas dapat diakses. Mulai membaca buku, akses internet, sampai TV kabel disediakan guna mematikan paradigma bahwa perpustakaan itu membosankan. “Disini, semua civitas academika boleh masuk, boleh memakai fasilitas yang ada, boleh apa saja, lha ini semua kan untuk Undip.” Demikian ungkap Ari Widjayanti, Ketua UPT Perpustakaan saat ditemui Gema Alumni Undip. Ditanya seputar pesan dan harapan untuk alumni, dirinya berserita panjang lebar. Bahwa kita (Undip) sampai hari ini menjadi demikian besar berkat upaya dari kita sendiri dan sudah sepantasnyalah alumni berperan dengan memberikan kontribusi baik berupa informasi apa saja (terlebih infomasi pekerjaan) maupun sumbangsih pemikiran atau gagasan-gagasan demi kemajuan Undip ke depan. Akan sangat membahagiakan apabila terjadi hubungan yang erat antara kampus dan alumni yang dapat berbagi pengalaman dimana notabene alumni sudah mengenal dunia kerja secara langsung sehingga mahasiswa memperoleh gambaran jelas apa yang harus dipersiapkan untuk menghadapi jenjang selanjutnya bernama dunia kerja. (Gema, edisi XIII, 2007) |